Pertanyaan:

Yth. Helpdesk PPK BLU DJPb Bagaimana pendapat dari tim PPK BLU. Kami merupakan salah satu Satker BLU dibidang Pelatihan dan Pendidikan, rencananya akan melaksanakan Bimbingan Teknis selama 3 hari, apakah boleh menggunakan jasa EO? Karena untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, kami belum mempunyai dana (RKAKL sedang direvisi). Satu lagi mengenai Dana yang masuk ke Rekening BLU. Misal Tarif untuk per peserta 3.000.000 seusai SK Pimpinan BLU, dan kita Bimbingan Teknis dengan 30 peserta. Tetapi dengan menggunakan EO kita buat harganya menjadi 8.000.000/peserta sehingga deviasi 5.000.000/peserta dianggap operasional setiap peserta. Sehingga yang masuk ke Rekening baiknya yang mana? 3.000.000 x 30 = 90.000.000 Dimana Keuntungan yang harus masuk ke Rekening. atau 8.000.000 x 30 = 240.000.000 Baru nanti setelah RKAKL keluar bisa ditagihkan dana operasional 5.000.000 x 30 = 150.000.000 Terima kasih

28.08.2018 • Pasa

Jawaban:

Yth. Bapak/Ibu Pasa

Pada prinsipnya setiap pungutan atas layanan BLU kepada masyarakat harus ditetapkan oleh Menteri Keuangan dalam bentuk tarif. Atau berdasarkan penjelasan Anda, tarif atas layanan tersebut ditetapkan oleh Pimpinan BLU (dengan asumsi bahwa Pimpinan BLU diberikan delegasi oleh Menteri Keuangan untuk menetapkan tarif atas layanan tersebut dalam PMK Tarif BLU bersangkutan). Ketika suatu layanan sudah ditetapkan tarifnya sebesar Rp3 juta, BLU tidak diperbolehkan memungut melebihi tarif tersebut. Tidak ada bedanya apakah layanan tersebut dihasilkan oleh pegawai BLU sendiri ataupun dengan menggunakan jasa pihak lain baik sebagian atau seluruhnya.

Pada asalnya, semua uang yang diterima oleh BLU harus masuk ke rekening BLU, dan belanja harus keluar dari rekening BLU melalui mekanisme yang sudah dibangun (asas bruto). Pengecualian atas praktik ini dimungkinkan jika BLU melakukan kerja sama operasi sebagaimana dimaksud dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) Nomor 13. Yang perlu dicatat di sini, bahwa tidak semua kerja sama/KSO yang dilakukan oleh BLU merupakan KSO yang dimaksudkan dalam PSAP 13 yang menghendaki asas neto tersebut. Oleh karena itu, terkait mekanisme pengelolaan kas sangat tergantung dari bentuk kerjasamanya.

Sebagai contoh, misalkan EO disini dikontrak hanya untuk mengisi "content"-nya saja sebagaimana lazimnya penyelenggaraan event. Penyelenggara tetap BLU sesuai dengan core-nya di bidang pendidikan dan pelatihan, maka pembayaran pelatihan oleh peserta semuanya masuk ke rekening BLU, sedangkan pembayaran kepada EO tersebut oleh BLU diperlakukan sebagai belanja/beban.

Semoga bisa menjawab yang Anda tanyakan.

Terjawab 30.08.2018